Suara Anak Kite
Kebudayaan dan Aspirasi Anak Betawi

Wayang Golek Betawi Tidak Diperhatikan

Jakarta, Kompas.com - Wayang golek Betawi kurang memperoleh perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Seniman wayang golek berjuang dengan modal sendiri agar bisa bertahan.

Turis Arab Serbu Puncak, Musim Kawin Kontrak Dimulai

BULAN Mei ini kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bakal dibanjiri turis asal Timur Tengah, terutama dari Arab Saudi, Irak, dan Iran. Mereka biasanya menghabiskan waktu liburan di sana hingga tiga bulan berikutnya.

Nyai-nyai Beken di Batavia

KOMPAS.com — Sejak Jan Pieterszoon Coen mulai mendirikan kastil di pinggiran Sungai Ciliwung untuk kemudian membangun kota bernama Batavia di awal abad ke-17, sejak itulah keberadaan budak mulai tumbuh. Semula hanya digunakan sebagai tenaga kerja. Namun, kemudian budak menjadi penakar status sosial bagi pejabat VOC. Maka sistem perdagangan budak pu...

Juni, Kota Tua Jadi Kawasan Wisata Malam

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat terus menata kawasan Kota Tua menjadi heritage Kota Jakarta. Setelah menata jalan menuju Kali Besar dengan penutupan Jalan Pos Kota, bulan Juni mendatang kawasan itu akan menjadi kawasan wisata malam.

Wisata Malam Kota Tua Diresmikan Juni

JAKARTA KOMPAS.com — Kawasan Kota terus berbenah. Setelah menutup Jalan Poskota dan Jalan Kalibesar Timur III, Pemerintah Kota Jakarta Barat kini mempersiapkan konsep wisata malam di kawasan itu. Rencananya, program Wisata Malam Kota Tua itu diresmikan Juni 2009.

Anak Betawi, Siapa Itu?

"Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa." (Ref: Wikipedia)

Silat Betawi, Ondel-ondel, dan Pendidikan Budaya di Kanisius

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menekankan pendidikan karakter, pihak sekolah harus dapat memberikan pendidikan budaya yang baik kepada para siswanya, yaitu dengan mengajak langsung mengalami atau melakukan kegiatan atau peristiwa budaya itu sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Romo E Baskoro di sela jumpa pers Canisius College Education Fair (CCEF) 2009 di Jakarta, Sabtu (29/8). Dalam kerangka pendapat itulah, CCEF 2009 akan dibuka dengan sajian Pencak Silat Betawi yang digelar secara massal dan Tarian Goyang 500 Ondel-ondel. Cerita lengkap...

Buku Ensiklopedia Jakarta Akan Diluncurkan

"Buku Ensiklopedia Jakarta, berisi kumpulan karangan yang mengisahkan tentang kondisi kota Batavia dari masa ke masa akan diluncurkan pada awal Juli 2009." "Buku yang diedit Subekti tersebut menggambarkan kondisi kota Jakarta sejak jaman Belanda hingga sekarang."Cerita lanjut...

Kenalkan Organisasi Kemasyarakatan Betawi

Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (BaMus Betawi) Kantor Bamus Betawi Gedung. Prasada Sasana Karya. Lt.6 Jl. Suryo Pranoto, Jakarta pus. (Ref: Facebook)


Forum Betawi Rempug (FBR) adalah sebuah Organisasi Kemasyarakatan Betawi.
(Ref: Wikipedia)

Ikatan Keluarga Betawi (IKB) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Barisan Muda Betawi (BMB) Kompleks Pertokoan, Pamulang, Ciputat.

Ikatan Persaudaran Kaum Betawi (IPKB) Kutabumi Tangerang

Memasang Berita Organisasi Anda Di Sini


Kami bangga dengan kebudayaan Betawi karena sangat berwarna - warni dan berbasis kepedulian lingkungan. Jadi kami tidak dapat memahami sebabnya organisasi-organisasi kemasyarakatan Betawi kelihatannya sudah mulai mengarah ke kebudayaan kekerasan.

Maupun kami tidak mengerti sebabnya kebudayaan yang berdiri dari "Kelompok etnis"... dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa." kelihatannya tidak sangat bertolerensi terhadap organisasi lain, semua kelompok etnis, maupun agama.

Dengan latar belakang begitu, seharusnya masyarakat Betawi dapat sebagai "jembatan" dan contoh toleransi terhadap semua suku dan agama.

Ayo, mari kita Membangun Komunitas Betawi yang Sejahtera maupun kebudayaan Betawi yang sehat, juga Membela dan Mendukung HAM Semua Suku Bangsa.

Membaca atau Menulis Saran Anda

Tanggal Lahir: 22/5/2009